Harmoninews.com (Surakarta) — Komitmen dalam mendukung pemulihan warga binaan terus diwujudkan oleh Rutan Kelas I Surakarta melalui penyelenggaraan Wisuda Rehabilitasi Sosial dan Pemulihan Mental bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus narkotika, Kamis (26/02). Kegiatan yang digelar di Aula Laras Jiwo ini menjadi momentum penting atas keberhasilan program rehabilitasi yang telah berjalan selama satu tahun bekerja sama dengan Yayasan Gendhog Nemu Sariro (Gennesa).
Acara dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Surakarta, Ketua Yayasan Gennesa, Komandan Kodim 0735 Surakarta, perwakilan Polresta Surakarta, serta BNNK Surakarta sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam upaya pemberantasan dan pemulihan penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan program oleh Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Bayu Noviyanto yang menyampaikan bahwa program rehabilitasi sosial dan pemulihan mental ini telah berjalan secara intensif selama satu tahun, dengan pendekatan pembinaan mental, spiritual, serta penguatan karakter. Dari total peserta, sebanyak 9 warga binaan Kloter I dinyatakan menyelesaikan seluruh tahapan program dan berhak mengikuti prosesi wisuda.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru. Satu per satu wisudawan dan wisudawati dipanggil ke depan untuk menerima sertifikat sebagai simbol keberhasilan mereka dalam menjalani proses rehabilitasi.
Dalam sambutannya, Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program ini.
“Program rehabilitasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah ikhtiar nyata dalam memulihkan, membangun kembali mental, serta menyiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan menjadi langkah konkret dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika, khususnya di Kota Surakarta.”
Beliau juga menambahkan bahwa keberhasilan 9 warga binaan hari ini menjadi bukti bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah.
“Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Hari ini adalah awal dari perjalanan baru. Kami percaya, dengan komitmen dan pendampingan yang tepat, saudara-saudara kita mampu bangkit dan menjadi insan yang produktif serta bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.”
Sementara itu, Ketua Yayasan Gennesa dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada yayasan untuk mendampingi proses rehabilitasi di Rutan Surakarta. Ia menegaskan bahwa rehabilitasi bukan hanya tentang menghentikan ketergantungan, tetapi juga tentang menemukan kembali jati diri dan makna hidup.
Sebagai wujud komitmen keberlanjutan program, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Rutan Surakarta dan Yayasan Gennesa untuk periode satu tahun ke depan. Penandatanganan ini menegaskan keseriusan kedua belah pihak dalam memperkuat program rehabilitasi sosial dan pemulihan mental bagi warga binaan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Rutan Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga pada pemulihan dan reintegrasi sosial, demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
M.NUR
