Polisi Selidiki Penyerangan Pelajar di Duren Sawit, Etalase Kios Warga Rusak

Harmoninews.com (JAKARTA) – Aksi penyerangan terhadap seorang pelajar oleh sekelompok pelajar lainnya terjadi di Jalan Masjid Al Wustho, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (10/9/2026).

Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan rekamannya kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman terlihat sejumlah pelajar yang menggunakan sepeda motor mengejar seorang pelajar yang berlari menuju sebuah kios milik warga.

Pelajar tersebut kemudian masuk ke dalam kios dan berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi di balik etalase. Namun, kelompok yang mengejarnya turut masuk ke dalam kios dan diduga melakukan penyerangan terhadap korban.

Akibat kejadian tersebut, etalase milik warga terdorong hingga jatuh dan pecah. Selain kerusakan pada barang milik warga, salah seorang pelajar dilaporkan mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Reskrim Polsek Duren Sawit mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut.

Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat kelompok pelajar tersebut mengejar seorang pelajar yang berlari menuju kios. Korban kemudian masuk ke dalam kios dan bersembunyi di balik etalase.

Kelompok pelajar yang mengejar korban kemudian masuk ke dalam kios. Dalam kondisi terdesak, korban terlihat menjadi sasaran serangan. Kerumunan pelajar di dalam kios membuat etalase terdorong hingga jatuh dan mengalami kerusakan.

Setelah etalase pecah, kelompok pelajar tersebut bersama pelajar yang diduga menjadi korban meninggalkan lokasi.

Pemilik kios, Hamdani, mengatakan dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian. Informasi mengenai peristiwa tersebut diperolehnya dari anak dan pekerjanya.

Menurut Hamdani, informasi sementara yang diterimanya menyebutkan peristiwa tersebut diduga berawal dari tawuran di lokasi lain. Sekelompok pelajar kemudian mengejar sepeda motor yang ditumpangi dua pelajar.

“Informasinya yang bawa motor kena sajam, nah yang dibonceng lari. Dikejar sampai masuk ke sini karena ada etalase yang ada sela, orang bisa masuk sembunyi,” kata Hamdani.

Hamdani menuturkan, pelajar yang berusaha bersembunyi tersebut tetap dikejar hingga terjadi penyerangan di dalam kios.

“Mungkin tempatnya sempit, gimana banyak orang, terdoronglah itu sampai hancur,” ujarnya.

Setelah etalase pecah, para pelajar yang berada di lokasi kemudian membubarkan diri.

Hamdani mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi awal tawuran tersebut. Menurutnya, informasi yang diterima masih berdasarkan keterangan dari warga dan orang-orang di sekitar lokasi.

“Ya dari informasi sih belum fix, kecuali ketemu langsung. Dari dengar-dengar doang masih simpang siur,” katanya.

Hamdani menambahkan, terdapat dua etalase miliknya yang mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian, termasuk identitas para pelajar yang terlibat serta penyebab terjadinya penyerangan.

(M.NUR/P-TENK)

Tuliskan Komentar