Monitoring Giat Warga Kwini Mulai Bergerak ke Kodam Jaya, Bawa Tuntutan Pembatalan SHP dan Reforma Agraria

Jakarta – Puluhan warga yang tergabung dalam sejumlah organisasi masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Kwini, Senen, Jakarta Pusat, Senin (27/7). Massa mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di Jalan Kwini 8, tepatnya di depan Kantor Pajak.
Aksi tersebut diikuti sekitar 80 orang yang berasal dari sejumlah elemen, di antaranya Aliansi Rakyat Bersatu untuk Reformasi Agraria, Forum Warga Kwini 8, Sahabat Juang Rakyat, Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), Aliansi Pejuang Tanah Rakyat, VolksFront, dan GRPB.
Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai alat peraga seperti mobil komando, keranda mayat, tenda, poster, bendera Merah Putih, serta bendera organisasi peserta aksi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, massa berencana menggelar aksi di tiga titik, yakni Kodam Jaya, Kantor ATR/BPN, dan kawasan Silang Monas.
Adapun tuntutan yang disampaikan meliputi pembatalan SHP Nomor 48 Tahun 2023 yang dinilai cacat prosedur dan administrasi, pencabutan Surat Peringatan Kodam Jaya tertanggal 15 Juli 2026, serta mendesak pelaksanaan reforma agraria dengan slogan “Tanah untuk Rakyat”.

Sekitar pukul 09.23 WIB, massa mulai bergerak menuju Kodam Jaya sebagai lokasi aksi pertama. Rombongan melakukan konvoi menggunakan sepeda motor, satu unit mobil komando, dan satu unit bus ukuran tiga perempat.
Hingga massa meninggalkan lokasi titik kumpul, situasi dilaporkan berlangsung kondusif. Pengamanan dilakukan oleh personel kepolisian di lokasi, sementara koordinasi aksi dipimpin oleh Jimmy Fajar selaku koordinator lapangan.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
Monitoring Giat Warga Kwini Mulai Bergerak ke Kodam Jaya, Bawa Tuntutan Pembatalan SHP dan Reforma Agraria

Jakarta – Puluhan warga yang tergabung dalam sejumlah organisasi masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Kwini, Senen, Jakarta Pusat, Senin (27/7). Massa mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di Jalan Kwini 8, tepatnya di depan Kantor Pajak.
Aksi tersebut diikuti sekitar 80 orang yang berasal dari sejumlah elemen, di antaranya Aliansi Rakyat Bersatu untuk Reformasi Agraria, Forum Warga Kwini 8, Sahabat Juang Rakyat, Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), Aliansi Pejuang Tanah Rakyat, VolksFront, dan GRPB.
Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai alat peraga seperti mobil komando, keranda mayat, tenda, poster, bendera Merah Putih, serta bendera organisasi peserta aksi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, massa berencana menggelar aksi di tiga titik, yakni Kodam Jaya, Kantor ATR/BPN, dan kawasan Silang Monas.
Adapun tuntutan yang disampaikan meliputi pembatalan SHP Nomor 48 Tahun 2023 yang dinilai cacat prosedur dan administrasi, pencabutan Surat Peringatan Kodam Jaya tertanggal 15 Juli 2026, serta mendesak pelaksanaan reforma agraria dengan slogan “Tanah untuk Rakyat”.

Sekitar pukul 09.23 WIB, massa mulai bergerak menuju Kodam Jaya sebagai lokasi aksi pertama. Rombongan melakukan konvoi menggunakan sepeda motor, satu unit mobil komando, dan satu unit bus ukuran tiga perempat.
Hingga massa meninggalkan lokasi titik kumpul, situasi dilaporkan berlangsung kondusif. Pengamanan dilakukan oleh personel kepolisian di lokasi, sementara koordinasi aksi dipimpin oleh Jimmy Fajar selaku koordinator lapangan.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

M.NUR

Tuliskan Komentar