Mengembalikan Era Emas Spanyol dengan Tiki Tika 2.0 di Piala Dunia 2026
Penulis : Fani Ruusul Masail
Dalam sejarah sepak bola modern, Spanyol pernah punya generasi emas yang sulit dilupakan dunia, seperti Iker Casillas, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Sergio Busquets, David Villa, hingga Sergio Ramos pernah membawa La Roja ke level tertinggi dan meraih Juara Piala Euro pada tahun 2008, tahun 2012 dan Juara Dunia pada tahun 2010.
Rekor Ini membuktikan mereka sebagai negara tersukses dalam semua level turnamen.
Generasi dulu punya filosofi bola Tiki Taka 1.0, saat ini Lamine Yamal Cs mampu mengembangkannya dengan filosofi bola Tiki Taka 2.0. Mata dunia melihatnya seperti permainan Matador sang killer/pembunuh mangsa lawan.
Generasi Spanyol bukan hanya mencari dan meraih gelar saja, namun mereka juga mengubah cara dunia melihat sepak bola, mata dunia seakan tersirap oleh dahsyatnya strategi permainan bola yang tidak pernah ada pada generasi sebelumnya.
Spanyol bukan saja negara yang gemilang soal sepak bola, mereka juga punya sejarah panjang tentang era gemilangnya peradaban di sekitar tahun 711-1492 M dan meninggalkan warisan ilmu pengetahuan, filsafat, dan budaya.
Berangkat dari sejarah tersebut, tidak heran jika bangsa Spanyol sangat tegas dalam menyuarakan kemerdekaan negara palestina, dari mulai pejabat pemerintahannya sampai dengan rakyatnya selalu menggaungkan anti israel bahkan memulangkan duta besar Spanyol di Israel dan mencabut kerjasama diplomasinya bahkan kantornya dinonaktifkan. Dengan demikian simbol sepak bola tercerminkan oleh para pemain dan fans dalam mengkampanyekan kemerdekaan Palestina melalui poster, bendera palestina dan lain-lain.
Pada final piala dunia tahun 2026 kali ini La Roja dibawah asuhan Luis de la Fuente akan menghadapi tim peringkat 1 FIFA yakni Argentina sekaligus sebagai juara bertahan, lawan sepadan yang pasti pertandingannya akan menarik dan kedua tim akan menorehkan tinta sejarahnya. Akankah Spanyol dapat mengulang era emas 2010? Jika mengulang masa emas dengan modal juara euro 2024 dan Tiki taka 2.0, maka tidak terlalu berlebihan jika La Roja akan tampil lebih kuat dan Fifa word cup 2026 akan menjadi milik La Roja.
Semoga
