Harmoninews.com (Jakarta Pusat) — Malam minggu aman dimulai dari kebersamaan. Inilah semangat yang dibangun Polri bersama tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Polsek Sawah Besar melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Sahari Utara, Aipda Adnan Munandar, melaksanakan patroli dan sambang dialogis bersama FKDM, Polsat Kamtibmas, serta tokoh warga di Pos Keamanan Jalan Gunung Sahari XI RW 03, Kelurahan Gunung Sahari Utara, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026) malam sekitar pukul 22.10 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, polisi dan warga berkumpul secara santai namun serius membahas situasi kamtibmas terkini, khususnya aktivitas remaja pada malam minggu yang berpotensi memicu tawuran. Cara bertindak Polri dilakukan dengan membuka ruang dialog, mendengarkan masukan warga, serta menyepakati langkah pencegahan bersama seperti patroli lingkungan, pengawasan anak-anak muda, dan pertukaran informasi secara cepat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H. menyampaikan bahwa pencegahan tawuran remaja harus melibatkan seluruh unsur masyarakat. Menurutnya, peran aktif warga, FKDM, dan tokoh lingkungan yang bersinergi dengan Polri menjadi kekuatan utama dalam menciptakan rasa aman dan mencegah gangguan kamtibmas sejak dini.
Sementara itu, Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan menegaskan bahwa patroli malam berbasis dialog dan kebersamaan dinilai lebih efektif. Ia menekankan pentingnya komunikasi langsung dengan warga untuk mendeteksi potensi gangguan, sekaligus mengingatkan kewaspadaan terhadap curanmor, penipuan online, bahaya kebakaran, serta tawuran remaja.
Ketua FKDM Kelurahan Gunung Sahari Utara, Bapak Wongky, mengapresiasi kehadiran Bhabinkamtibmas yang aktif turun ke lingkungan. Ia menilai pendekatan yang dilakukan polisi membuat warga merasa dilibatkan dan lebih peduli terhadap keamanan wilayah, terutama dalam mengawasi aktivitas remaja pada malam hari.
Hasil dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh warga. Lingkungan RW 03 terpantau lebih tenang, komunikasi antarwarga semakin baik, dan kesadaran untuk saling menjaga meningkat. Warga juga merasa lebih cepat mendapatkan respons apabila terjadi potensi gangguan kamtibmas.
Secara keseluruhan, kegiatan patroli dan sambang dialogis ini memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. Dengan kebersamaan dan kepedulian bersama, potensi tawuran dan gangguan kamtibmas dapat ditekan, sehingga situasi wilayah Gunung Sahari Utara tetap aman dan kondusif.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
M.NUR
