FGD Serdik Sespimmen Dikreg 66 Digelar di Polres Jakpus, Bahas SMART 110 hingga Investasi Bodong

Harmoninews.com (Jakarta Pusat) – Polres Metro Jakarta Pusat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Aktualisasi Kepemimpinan Serdik Sespimmen Dikreg 66 T.A. 2026 pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Polres Metro Jakarta Pusat mulai pukul 10.00 WIB.

FGD dipimpin Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Askhabul Kahfi, Kegiatan ini juga diikuti lintas unsur, di antaranya Sekko Jakarta Pusat, Pasi Pers Kodim 0501, responden internal Polres Metro Jakarta Pusat, OJK, akademisi, media, serta tokoh masyarakat.
Dalam forum tersebut, para Serdik Sespimmen memaparkan sejumlah isu strategis terkait peningkatan pelayanan publik kepolisian, penguatan respons cepat laporan masyarakat, hingga penanganan investasi bodong.

Salah satu materi disampaikan Kompol Rezeki Revi Respati, S.H., S.I.K. yang memaparkan inovasi SMART 110. Ia menjelaskan, terdapat 10 program di Polres Metro Jakarta Pusat yang dibagi menjadi 5 revitalisasi dan 5 inovasi, salah satunya penguatan pelayanan call center 110.
“Alasan kami mengangkat topik ini karena pelayanan Polri masih dinilai lambat. Masih muncul stigma negatif ‘lebih baik lapor damkar daripada lapor polisi’. Selain itu belum ada monitoring terintegrasi dan evaluasi real time dari penanganan laporan 110,” ujar Rezeki dalam paparannya.

Ia menjelaskan SMART 110 berisi monitoring dan evaluasi real time respons call center 110 tingkat Polres/Polsek, termasuk pengukuran durasi penanganan laporan dari operator hingga petugas tiba di lokasi.
“SMART 110 juga memuat rekap dan grafik kinerja harian, mingguan, bulanan Polsek, sehingga pimpinan punya indikator responsivitas yang terukur,” katanya.

Materi berikutnya disampaikan Kompol Eka Fanny Pradita, S.H., S.I.K., M.H. Ia menyoroti persoalan investasi bodong yang dinilai rawan terjadi di wilayah Jakarta Pusat karena banyaknya aktivitas perusahaan dan perdagangan.
“Jakarta Pusat memiliki masalah yang kompleks, salah satunya terkait investasi. Karena banyak perusahaan dan perdagangan, rawan investasi bodong seperti Cortex, Binomo, KSP. Ini saya ambil sebagai bahan penelitian karya ilmiah,” kata Eka.

Sementara itu, Kompol Haris Akhmat Basuki, S.H., S.I.K., M.H. menekankan perlunya modernisasi pelayanan publik kepolisian agar lebih responsif dan terintegrasi teknologi.
“Pelayanan publik masih mengalami kendala karena masih administratif, konvensional, serta belum terintegrasi teknologi. Ini berdampak pada kepuasan masyarakat,” ujar Haris.

Ia juga menilai masalah utama pelayanan publik masih dinilai lambat, kurang responsif, belum sepenuhnya profesional, serta belum humanis. Menurutnya, pelayanan publik perlu didukung sistem yang terintegrasi, berkelanjutan, dan terukur.

FGD ini menjadi ruang diskusi sekaligus penguatan gagasan inovasi para Serdik Sespimmen. Harapannya, hasil kajian dan aktualisasi kepemimpinan tersebut dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepolisian, khususnya di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

M.NUR

Tuliskan Komentar