Dua Security Cafe Andrews Party Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Harmoninews.com (JAKARTA) – Dua petugas keamanan Cafe Andrews Party di kawasan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 02.00 WIB, di Cafe Andrews Party yang berada di Jalan Agung Perkasa, Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Berdasarkan laporan yang diterima Polsek Tanjung Priok, dua petugas keamanan berinisial DC dan MC mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Dalam laporan disebutkan, manajer operasional Cafe melihat sejumlah orang yang tidak dikenal dan diduga membawa senpi melakukan penyerangan terhadap kedua korban.

Manajer kemudian mengamankan karyawan lainnya untuk menghindari situasi semakin meluas.Setelah kejadian, para terduga pelaku meninggalkan lokasi.

Sementara itu, kedua korban dibawa oleh petugas keamanan lainnya ke Rumah Sakit Hermina untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Tanjung Priok pada Senin, 24 Agustus 2026 sekitar pukul 16.45 WIB.Dengan LP/B/443/VIII/2026/SPKT/POLSEK TANJUNG PRIOK/POLRES METRO JAKARTA UTARA/POLDA METRO JAYA

Kasus itu dilaporkan sebagai dugaan tindak pidana pengeroyokan diduga membawa senpi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262 KUHP.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi secara lengkap serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.

Manajemen Beri Klarifikasi :

Manajer Andrews Party berinisial WC mengatakan, sebelum dugaan penyerangan terhadap petugas keamanan terjadi, sempat terjadi gesekan antarpengunjung pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Menurut WC, petugas keamanan cafe telah berupaya melerai gesekan tersebut.

“Saat kejadian pada hari Minggu tanggal 23 Agustus 2026 terjadi gesekan sesama pengunjung. Saat itu security kami melerai kejadian tersebut,” ujar WC, Senin (31/8/2026).

WC juga memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di salah satu media daring mengenai dugaan cafe menyediakan senjata tajam.

Ia membantah informasi tersebut dan menegaskan bahwa pihak cafe tidak menyediakan senjata tajam.

“Saya pertegas di sini, kami tidak menyediakan senjata tajam ,” kata WC.

Pihak manajemen, lanjut WC, telah melaporkan dugaan penyerangan terhadap dua petugas keamanan tersebut kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Dalam kejadian tersebut polisi masih melakukan penyelidikan. Identitas maupun jumlah terduga pelaku belum diketahui.Seluruh informasi mengenai dugaan pengeroyokan dan motif kejadian masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

M.NUR

Tuliskan Komentar