Harmoninews.com (Palembang) – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) bersama rombongan Pejabat Utama Mabes Polri tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II), Kota Palembang, Sumatera Selatan, dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Sabtu (7/3/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Kapolri didampingi oleh Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Yuda Gustawan, Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, serta pejabat utama Mabes Polri.
Rombongan Kapolri sebelumnya bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menggunakan Pesawat Boeing 737-800NG/P-7301 Polri pada pukul 12.30 WIB dan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sekitar pukul 13.30 WIB.
Setibanya di Palembang, Kapolri beserta rombongan disambut oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, para Pejabat Utama Polda Sumsel serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan.
Selanjutnya Kapolri bersama rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Kabupaten Ogan Ilir untuk menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 sebagai bagian dari program dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tersebut digelar di lahan seluas 50 hektare yang melibatkan petani serta kelompok tani binaan Polri. Penanaman jagung ini menjadi salah satu langkah konkret kepolisian melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan untuk membantu meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di daerah.
Kapolri mengatakan bahwa program penanaman jagung yang dilakukan bersama petani binaan Polri juga telah disiapkan skema penyerapan hasil panennya. Nantinya, hasil panen jagung para petani akan dibeli langsung oleh Perum Bulog sebagai offtaker.
“Program ini tidak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga memastikan ada kepastian pasar bagi para petani. Hasil panen jagung dari petani atau kelompok tani binaan Polri akan dibeli langsung oleh Bulog untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah,” pernyataan Kapolri.
Di wilayah yang sama Kapolri juga meresmikan 57 jembatan Merah Putih Presisi. Hal ini menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk kemaslahatan masyarakat.
Kapolri menjelaskan jalur penghubung tersebut sengaja dibangun oleh Polri agar bisa dimanfaatkan untuk para anak sekolah, petani, maupun masyarakat sekitar agar dapat mempercepat atau mempermudah akses warga.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dan terus bekerja semangat untuk betul-betul bisa menjalankan apa yang menjadi program Bapak Presiden untuk masyarakat,” pernyataan Kapolri.
Usai kegiatan tersebut, Kapolri beserta rombongan kembali menuju Kota Palembang untuk menghadiri Safari Ramadan 1447 H di Mapolda Sumatera Selatan. Setibanya di lokasi, Jenderal Sigit dan rombongan disambut hangat dengan iringan musik hadroh dan menerima pengalungan serban oleh Ketua MUI Provinsi Sumsel.
Acara ini dihadiri sekitar 600 peserta, yang terdiri atas jajaran Forkopimda Sumsel, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, hingga serikat pekerja.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri memberikan santunan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim piatu dari Panti Asuhan Rizky Raisyah. Sebanyak 100 paket bantuan telah disiapkan untuk dibagikan kepada anak-anak yatim, meliputi tas punggung, buku dan alat tulis, hingga uang santunan.
Pada sambutannya, Kapolri menyoroti situasi Timur Tengah yang kian panas dan berdampak pada kenaikan harga minyak dunia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Bumi Sriwijaya untuk tidak mudah terpancing isu yang dapat memecah belah persatuan.
“TNI, Polri, umara, ulama semuanya harus bersatu. Rakyat semua harus bersatu sehingga kemudian terhadap segala situasi yang ada kita dalam satu barisan,” pernyataan Kapolri.
Kunjungan kerja Kapolri beserta rombongan di Sumatera Selatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah serta seluruh unsur Forkopimda dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan nasional di daerah.
M.NUR
