Harmoninews.com (Jakarta Pusat) — Pada hari Kamis, tanggal 7 Mei 2026, pagi hari, Bhabinkamtibmas Kelurahan Karet Tengsin, Aiptu Suparmin, bersama unsur Tiga Pilar menghadiri kegiatan sosialisasi bertempat di RPTRA SEGAS RW 06, Jalan Karet Pasar Baru Barat I RT 04/06, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Dalam kegiatan disampaikan bahwa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, ke depannya tidak lagi menerima pembuangan sampah secara penuh seperti sebelumnya. Oleh karena itu masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap pengurangan volume sampah dengan melakukan pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari sumbernya sehingga dapat memberikan nilai ekonomis bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
Selain itu dijelaskan pula bahwa jenis sampah yang nantinya diperbolehkan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanyalah sampah residu, yaitu sampah yang tidak dapat didaur ulang, tidak dapat dikomposkan, sulit terurai, dan tidak memiliki nilai ekonomis. Contoh sampah residu tersebut di antaranya popok sekali pakai, pembalut, styrofoam, puntung rokok, serta sampah plastik tercampur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Karet Tengsin, Sekretaris Kelurahan, Kasipem, Kasi Kesra, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua dan Anggota TP PKK, para ASN Kelurahan, para Ketua RW dan RT, Ketua LMK, Ketua FKDM, perwakilan Kader Jumantik, Kader Dasawisma, serta para Ketua Bank Sampah RW.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan bahwa Melalui kegiatan ini diharapkan terciptanya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung program pemerintah terkait pengurangan sampah dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kapolsek Metro Tanah Abang Akbp Dhimas Prasetyo menambahkan bahwa Kegiatan tersebut merupakan undangan dari pihak Kelurahan Karet Tengsin dalam rangka Sosialisasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah mandiri di lingkungan warga.
M.NUR
