Berita

Ratusan Warga Binaan Rutan Kelas I Jakarta Pusat Antusias Menghadiri Safari Dakwah Ustad Das’ad Latif

179
×

Ratusan Warga Binaan Rutan Kelas I Jakarta Pusat Antusias Menghadiri Safari Dakwah Ustad Das’ad Latif

Sebarkan artikel ini

Harmoninews.com (Jakarta) – Ratusan Warga Binaan antusias menghadiri acara Safari Dakwah Ustadz Das’ad Latif di Masjid At-Taubah Rutan Kelas I Jakarta Pusat. Safari Dakwah merupakan salah satu metode pembinaan keagamaan bagi warga binaan yang beragama Islam di Rutan Kelas I Jakarta Pusat. Berkolaborasi dengan Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta, kegiatan Safari Dakwah dibuka dengan penampilan dari Tim Hadroh Rutan Kelas I Jakarta Pusat dan Grup Orkes Gambus WBP Lapas Kelas IIA Narkotika.

Pada kegiatan Safari Dakwah turut hadir Kepala Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta yang diwakili oleh Kepala Divisi Administrasi, Mutia Farida dan Para Kepala UPT Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta. Dalam sambutannya Mutia Farida menyampaikan,”Kegiatan Safari Dakwah bertujuan untuk melakukan pembinaan kepada warga binaan dan insan Pengayoman serta sebagai momentum untuk menjalin silaturahmi.”

Sebelum Tausiyah dari Ustadz Das’ad Latif dimulai, Kepala Divisi Administrasi (Mutia Farida) didampingi oleh Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat (Fauzi Harahap) menyerahkan secara simbolis cinderamata berupa hasil karya warga binaan dan plakat untuk Ustadz Das’ad Latif sebagai tanda pembukanya tali silaturahmi.

Ustadz Das’ad Latif dalam Safari Dakwahnya memberikan tausiyah tentang Keutamaan Bertaubat. Tidak hanya itu, Ustadz Das’ad Latif juga berinteraksi secara langsung dengan para warga binaan, mengajak para warga binaan untuk segera bertaubat dan memberikan motivasi agar menjadi pribadi yang lebih baik dalam menjalani pembinaan di Rutan Kelas I Jakarta Pusat.

“Saudara ditempatkan disini (Rutan) berarti tandanya Allah SWT ingin Saudara lebih dekat dan lebih baik dari ketika sebelum di tempat ini. Solat, bertaubat agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan Insyaallah kita akan meninggal dalam keadaan tidak melakukan maksiat,” tutup Ustadz Das’ad Latif.

(M.NUR)

Tuliskan Komentar