Harmoninews.com (Jakarta Pusat) — Polri hadir mencegah sebelum terjadi. Polsek Sawah Besar melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Kartini, Aipda Asep Nuronei, melaksanakan pendampingan dan monitoring kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Jumantik sebagai bagian dari fungsi pencegahan dan silaturahmi kamtibmas. Kegiatan berlangsung di Jl Kartini V Dalam RT 08 RW 04, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/1/2026) pukul 09.00 WIB.
Kegiatan ini dilakukan bersama unsur kelurahan dan tenaga kesehatan, melibatkan Kesra Kelurahan Kartini, PKK, Kader Jumantik RW 04, Tim Puskesmas Kartini, Kader Posyandu, Babinsa, serta Bimas Pol Kartini. Monitoring PSN difokuskan pada pemeriksaan potensi sarang nyamuk di lingkungan permukiman warga guna menekan risiko penyebaran demam berdarah. Dampaknya, situasi kamtibmas dan kesehatan lingkungan terpantau aman, bersih, dan kondusif.
Kapolres Metro Jakarta Pusat KOMBESPOL Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H. menyatakan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan kesehatan masyarakat merupakan bentuk pencegahan komprehensif. “Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung upaya kesehatan warga. PSN Jumantik adalah langkah nyata mencegah penyakit sekaligus menjaga ketertiban lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan peran aktif masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pencegahan demam berdarah sangat bergantung pada kepedulian warga menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, serta konsistensi kegiatan PSN secara rutin.
Salah satu warga RW 04, Budi Santoso, mengapresiasi pendampingan aparat dan petugas kesehatan karena membuat warga lebih paham bahaya DBD dan cara pencegahannya. Namun, ia juga mengkritisi masih adanya sebagian warga yang kurang disiplin, seperti membiarkan genangan air dan tidak rutin membersihkan tempat penampungan air.
Secara keseluruhan, kegiatan monitoring PSN Jumantik di Kelurahan Kartini berjalan aman dan terkendali, serta memberi dampak positif bagi kesehatan dan kamtibmas. Dengan evaluasi atas kekurangan yang ada dan penguatan peran warga, diharapkan upaya pencegahan demam berdarah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
M.NUR








Komentar