Berita

Pensiunan Kantor Pos Yang Tergabung di FPPB Selenggarakan Rapat Terbuka di Bandung

3
×

Pensiunan Kantor Pos Yang Tergabung di FPPB Selenggarakan Rapat Terbuka di Bandung

Sebarkan artikel ini
advertisements

Harmoninews.com (Bandung) – Para pensiunan Kantor Pos yang tergabung di Forum Perjuangan Pensiunan Bersatu (FPPB), menyelenggarakan rapat terbuka pada Senin (7/8/2023), di Bandung. Rapat Terbuka FPPB dengan inisiator DPP FPPB diadakan di Kantor Sekretariat DPP FPPB di Cikutra, Bandung, yang dihadiri puluhan anggota FPPB dari berbagai wilayah di Indonesia. Rabu (9/8/2023)

Rapat Terbuka yang dipimpin langsung Ketua Umum DPP FPPB, Yus Adang Hermawan, mengagendakan kelangsungan organisasi FPPB. Dalam rapat tersebut juga dibahas tentang :

• Mengevaluasi keberadaan organisasi setelah 1 tahun,
• Menentukan keberadaan organisasi ke depan,
• Asuransi Jiwasraya,

Rapat Terbuka FPPB yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 16.00 wib, menghasilkan keputusan :

1. Terbentuknya Tim Perumus AD/ART FPPB, dengan jumlah tim perumus sebanyak 11 orang,
2. Reshuffle beberapa pengurus DPP FPPB,

Dihubungi melalui telepon seluler, Ketua Panitia Rapat Terbuka FPPB, Kukun Ruhiat, menyampaikan.

“Dengan terselenggaranya Rapat Terbuka FPPB yang berlokasi di Kantor Sekretariat, yang dihadiri para anggota FPPB dari berbagai daerah di Indonesia. Para pensiunan Kantor Pos yang tergabung di FPPB dalam rapat tanggal 7 Agustus 2023, telah membahas beberapa materi, antara lain: membahas tentang kelanjutan organisasi FPPB, membahas tentang legalitas FPPB yang sampai saat ini tersendat-sendat karena AD/ART FPPB, membahas FPPB akan memperjuangkan tentang Asuransi Jiwasraya,” ucap Kukun Ruchiat.

Lebih lanjut Kukun Ruhiat, mengatakan, “Masalah Asuransi Jiwasraya yang akan diperjuangkan oleh FPPB bagi para pensiunan Kantor Pos yang belum menerima Asuransi Jiwasraya tersebut. Kami juga mendukung khususnya program yang sedang ditangani oleh Pak H. Arifin, mengenai pengangkatan Pensiunan Pos menjadi Pensiunan PNS, karena itu juga bagian dari perjuangan kami dari hasil demo di Jakarta pada tahun 2022 dengan 9 tuntutan ke Kantor Menteri BUMN, salah satu butir tuntutan pensiunan pos, pengajuan tentang Pensiunan Pos menjadi Pensiunan PNS,” pungkas Kukun Ruhiat pensiunan Kantor Pos yang terakhir bertugas (sebelum pensiun) di Kantor SPP Bandung.

(M.NUR)

Tuliskan Komentar