Harmoninews.com (CILEGON) – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan khususnya pada pemenuhan kebutuhan dasar Warga Binaan (WB), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, melaksanakan kegiatan sosialisasi pemenuhan gizi bahan makanan kepada para tamping dapur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di area dapur Lapas Cilegon dan diikuti oleh para tamping dapur serta petugas yang berkaitan dengan pengelolaan bahan makanan.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para tamping dapur mengenai pentingnya penyediaan makanan yang sehat, higienis, aman, serta memenuhi standar gizi bagi WBP. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan materi mengenai pemenuhan gizi seimbang, pemilihan bahan makanan berkualitas, teknik pengolahan makanan yang baik dan benar, hingga pentingnya menjaga kebersihan area dapur serta peralatan masak.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara petugas dan peserta. Para tamping dapur tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman terkait proses pengolahan makanan sehari-hari di dapur Lapas. Hal ini dilakukan agar para tamping dapur memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi oleh WBP.
Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan makanan yang sehat dan bergizi merupakan salah satu bentuk pelayanan dan pembinaan yang harus diberikan kepada WBP selama menjalani masa pidana.
“Pemenuhan gizi yang baik merupakan hak bagi setiap WBP dan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa makanan yang disajikan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga sehat, aman, higienis, dan memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan,” ujar Raja Muhammad Ismael Novadiansyah.
Beliau juga menambahkan bahwa kualitas makanan memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kesehatan, daya tahan tubuh, serta aktivitas WBP selama menjalani pembinaan di dalam Lapas. Oleh karena itu, peran tamping dapur dinilai sangat penting dalam mendukung penyelenggaraan makanan yang layak dan sesuai standar.
“Kami berharap seluruh tamping dapur dapat memahami pentingnya menjaga kualitas bahan makanan, kebersihan proses pengolahan, serta kedisiplinan dalam penyajian makanan. Dengan demikian, pelayanan makanan kepada WBP dapat berjalan dengan baik dan optimal,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Lapas Cilegon menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan, khususnya dalam pemenuhan hak dasar WBP. Diharapkan ilmu dan pemahaman yang diperoleh para tamping dapur dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari sehingga makanan yang disajikan bagi WBP tetap sehat, bergizi, dan sesuai standar keamanan pangan.
M.NUR







Comment