Harmoninews.com (Jakarta) – Polres Metro Jakarta Timur terus memperkuat pengamanan wilayah melalui pelaksanaan Operasi Pekat Jaya 2026 yang digelar pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 29 Januari 2026.
Kegiatan Kepolisian Yang ini menjadi langkah konkret Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan terjadinya gangguan kamtibmas.
Operasi tersebut menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat yang kerap menimbulkan keresahan, seperti tawuran remaja, penyalahgunaan dan peredaran obat-obatan terlarang, peredaran minuman keras, penggunaan petasan, aksi balap liar, hingga premanisme.
Selain itu, penindakan juga difokuskan pada kejahatan jalanan dan tindak pidana lain yang melibatkan penggunaan senjata tajam, senjata api, maupun bahan peledak yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa masyarakat.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di Mako Polres Metro Jakarta Timur yang diikuti oleh 33 personel gabungan lintas fungsi, terdiri dari unsur Propam, Intelkam, Reskrim, Sabhara, Binmas, Pamapta, Lalu Lintas, SPKT, serta personel Brimob.
Setelah apel, personel melaksanakan patroli mobile dan pengamanan di sejumlah titik rawan, termasuk kawasan Mall Bassura, Al Falah Klender, dan Kebon Singkong. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau aman dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol.
Kabag Ops Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hari Agung Julianto, S.Psi., menegaskan bahwa Ops Pekat Jaya 2026 merupakan upaya berkelanjutan Polri dalam menciptakan rasa aman dan menekan berbagai potensi kejahatan yang meresahkan masyarakat.
“Kami fokus pada pencegahan dan penindakan terhadap tawuran, peredaran miras, obat-obatan terlarang, balap liar, serta aksi premanisme. Kejahatan yang melibatkan senjata tajam, senjata api, maupun bahan peledak menjadi perhatian serius karena sangat membahayakan keselamatan masyarakat,” tegas AKBP Hari Agung.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan meningkatkan kepedulian dan pengawasan, terutama pada malam hari. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Apabila menemukan adanya aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan keamanan, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Bersama-sama kita jaga Jakarta Timur tetap aman,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Ops Pekat Jaya 2026 ini, Polres Metro Jakarta Timur berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman.
M.NUR








Komentar