Harmoninews.com (Jakarta Timur) – Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur kembali memperkuat keamanan publik melalui pelaksanaan Operasi Pekat Jaya 2026.
Operasi ini merupakan respons nyata atas berbagai bentuk gangguan keamanan yang selama ini meresahkan masyarakat, mulai dari tawuran antarkelompok, peredaran minuman keras dan obat-obatan terlarang, penggunaan petasan, balap liar, hingga aksi premanisme dan kejahatan jalanan lainnya yang berpotensi mencederai keselamatan warga.
Sasaran utama operasi ini adalah menanggulangi aksi tawuran dan perilaku kriminal lain yang bisa mengganggu ketentraman lingkungan masyarakat.
Kegiatan digelar secara terkoordinasi di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat malam, 30 Januari 2026.
Ratusan anggota polisi dari berbagai satuan dikerahkan untuk melakukan patroli, pengawasan, dan penegakan hukum secara mobile maupun statis di titik-titik rawan serta sepanjang jalur utama di kawasan Jakarta Timur.
Personel gabungan ini bertujuan memberikan rasa aman bagi warga yang beraktivitas malam hari dan dini hari, serta mencegah potensi konflik atau gangguan yang bisa memantik kekerasan ataupun kerusuhan.
Penerapan operasi ini tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan dini melalui deteksi awal dan patroli menyeluruh. Dalam pelaksanaannya, polisi berupaya menekan intensitas gangguan kamtibmas dengan langkah kepolisian yang tegas namun tetap menghormati hak asasi manusia dan norma sosial setempat.
Kepala Bagian Operasi Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hari Agung Julianto, menyatakan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat adalah untuk memastikan rasa aman dan nyaman setiap warga.
“Operasi Pekat Jaya 2026 bukan sekadar tindakan aparat, tetapi bukti komitmen kami untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat dari ancaman konflik dan tindak kriminal. Tugas kami adalah memastikan bahwa ruang publik bebas dari perilaku yang membahayakan keselamatan warga.”ungkapnya.
Selain itu, Kabag Ops mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi keamanan bersama. Ia mengimbau kepada orang tua, tokoh lingkungan, dan seluruh warga untuk ikut serta dalam menciptakan lingkungan yang aman dengan tetap waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas, serta aktif melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada aparat.
Pihak polisi juga meminta peran serta orang tua dalam mengawasi pergaulan anak agar terhindar dari pengaruh negatif seperti tawuran dan penyalahgunaan zat berbahaya.
Kamtibmas adalah tanggung jawab bersama. Polisi akan terus hadir dan bersinergi dengan masyarakat untuk menjaga ketertiban, tetapi dukungan keamanan dari warga adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang damai dan tertib.
M.NUR







Komentar