Harmoninews.com (JAKARTA) — Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap 86 kasus narkotika dan obat terlarang selama Operasi Nila Jaya 2026 yang berlangsung pada 9 hingga 23 September 2026. Sebanyak 122 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung menyampaikan hasil operasi tersebut dalam konferensi pers di Lapangan Merah Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2026). Dari 122 tersangka, sebanyak 109 merupakan laki-laki dan 13 perempuan. Berdasarkan perannya, 45 orang diduga sebagai pengedar dan 77 lainnya sebagai pemakai.
“Selama pelaksanaan Operasi Nila Jaya 2026, jajaran Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap 86 kasus dengan 122 orang tersangka. Pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memutus mata rantai peredaran narkotika dan melindungi masyarakat dari dampak penyalahgunaannya,” ujarnya.
Barang bukti yang disita meliputi 64.825,19 gram sabu, 11.024 butir ekstasi, 13,89 gram ganja, 25,29 gram tembakau sintetis, 237 cartridge etomidate, serta 92.844 butir obat Daftar G.
Dari 86 kasus tersebut, Satresnarkoba menangani 69 laporan polisi, sedangkan 17 perkara lainnya ditangani jajaran Polsek. Polsek Metro Gambir dan Polsek Metro Menteng masing-masing menangani dua perkara, Polsek Metro Tanah Abang lima perkara, Polsek Kemayoran dua perkara, serta Polsek Johar Baru enam perkara.
Di antara perkara yang ditangani Satresnarkoba, terdapat empat kasus dengan barang bukti dalam jumlah besar berupa 64.320 gram sabu, 10.607 butir ekstasi, dan 228 cartridge etomidate. Polsek Metro Tanah Abang juga menangani satu kasus obat Daftar G dengan barang bukti sebanyak 70.017 butir.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan sebagai bagian dari upaya mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
“Apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti. Peran keluarga dan lingkungan sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda,” jelasnya.
M.NUR













Comment