Berita

Kapolres Hadiri Konsolidasi dan Antisipasi Kamtibmas Jelang dan Pasca Pemilu 2024 Yang Digelar FK-CBU

0
×

Kapolres Hadiri Konsolidasi dan Antisipasi Kamtibmas Jelang dan Pasca Pemilu 2024 Yang Digelar FK-CBU

Sebarkan artikel ini
advertisements

Harmoninews.com (Jakarta) – Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes. Pol Nicolas Ary Lilipaly menghadiri undangan dari Forum Komunikasi Cipinang Besar Utara (FK-CBU) dalam rangka Konsolidasi dan Antisipasi Kondisi Kamtibmas Menjelang dan Pasca Pemilu 2024.

Kegiatan yang di gelar di kediaman Ketua FK-CBU di bilangan Jatinegara Jakarta Timur yang dihadiri oleh Kasat Intelkam, Kapolsek, Kapolsek, Danramil Jatinegara, Kasi Propam, Kasi Humas, Lurah CBU dan tokoh masyarakat setempat.

Kapolres Metro Jakarta Timur menuturkan guna mengantisipasi serta mencegah gangguan Kamtibmas seperti Premanisme, peredaran Narkoba, tawuran serta tindakan Kriminalitas lainnya yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Timur.

” Personel kita turunkan melaksanakan patroli mobile dan penempatan unit Patroli di strong Point serta bersiaga di Posko Taktis yang ada di wilayah untuk mencegah dan mengantisipasi gangguan Kamtibmas baik selama pemilu maupun pasca pemilu,” ujar Kapolres.

Pihaknya pun mengharapkan partisipasi ketua RW dalam menjaga keamanan lingkungan utk warganya dan proaktif apabila terjadi kejadian di wilayah nya

” Silahkan ketua RW Proaktif mengetahui permasalahan diwarganya , apalagi terkait dengan tawuran.” Ujar Nicolas.

Peran RW sangat penting dalam penyampaian pesan-pesan Kamtibmas dan untuk setiap permasalahan tawuran itu pasti bisa diselesaikan.

” Tawuran bisa diselesaikan, tawuran itu keegoisan pribadi atau kelompok, untuk itu monitor kelompok-kelompok tersebut agar bisa mengetahui keberadaan mereka. Dan percaya tawuran bisa diselesaikan, tergantung cara pendekatan kita.” Ucapnya.

Kapolres pun meminta kepada warga jangan egois, jangan saling memfitnah, jangan saling menjelekkan apalagi menjelang Pemilu ini. Semua elemen harus bersinergi menjaga ketertiban di wilayah nya.

Ditambahkan Kapolres untuk mekanisme koordinasi pihak Kepolisian di TPS pada pemilu yang beberapa hari ini akan di gelar.

” Sistem Polri Mobile dan akan menetap di TPS yg dianggap rawan, karena Polri mengawasi 12 TPS. Dan klasifikasi rawan 4 TPS di jaga 2 anggota Polri, kalo TPS khusus 1 TPS di jaga 2 anggota Polri.” Jelas Kapolres.

Iapun menekankan kepada anggota Polri yang bertugas pada saat Pam TPS untuk selalu koordinasi dengan KPPS dalam pelaksanaan pemilihan di TPS.

” Anggota Polri, TNI tidak boleh memasuki area dalam TPS, namun apabila di TPS ada keributan Polri, TNI bisa masuk area TPS atas seijin KPPS.” Pungkasnya .

Apabila ada perkembangan situasi terutama saksi-saksi yang diluar menganggu jalannya penghitungan, pihaknya agar lakukan koordinasi dengan pihak KPPS utk dilakukan tindakan.

(M.NUR)

Tuliskan Komentar