Danlanal Dumai Terima Kunjungan Kuliah Kerja Iptek Pasis Seskoau Angkatan 65 TP. 2026

Harmoninews.com (TNI AL, Dumai) – Komandan Pangkalan TNI AL Dumai Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji menerima kunjungan sejumlah 100 orang Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan Ke-65 Tahun Pendidikan 2026, bertempat di Markas Komando Lanal Dumai, Jalan Yos Sudarso No. 01, Kota Dumai. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Komandan Seskoau Marsma TNI Irwan Pramuda, S.E., M.M., didampingi para Staf Pengajar Seskoau, Kamis (30/07/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Seskoau Angkatan Ke-65 di Provinsi Riau yang bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai implementasi pertahanan negara, pengamanan objek vital nasional, serta pentingnya sinergi antar matra dalam menghadapi dinamika ancaman strategis di wilayah perbatasan dan jalur pelayaran internasional.

Selain melaksanakan kunjungan ke Lanal Dumai, rombongan Pasis Seskoau juga dijadwalkan meninjau sejumlah objek strategis lainnya, yakni Satuan Radar 104 Dumai, PT. Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, dan PT. Patra Niaga Integrated Terminal Dumai. Melalui kunjungan tersebut, para Perwira Siswa diharapkan memperoleh gambaran nyata mengenai keterpaduan sistem pertahanan nasional dengan pengamanan objek vital yang memiliki peran penting terhadap ketahanan energi dan stabilitas nasional.

Dalam sambutannya, Danlanal Dumai menegaskan bahwa Lanal Dumai memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem pertahanan maritim Indonesia. Berada dibibir Selat Malaka yang merupakan salah satu chokepoint dan jalur pelayaran tersibuk di dunia. Lanal Dumai memiliki tanggung jawab besar sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara, menegakkan hukum di laut, serta menjamin keamanan jalur pelayaran internasional.

“Ratusan kapal melintasi Selat Malaka setiap harinya membawa komoditas energi dan perdagangan dunia. Oleh karena itu, kehadiran Lanal Dumai menjadi elemen penting dalam memastikan jalur strategis tersebut tetap aman, terbuka, dan bebas dari berbagai ancaman non-simetris, seperti penyelundupan, kejahatan lintas negara, hingga potensi gangguan terhadap stabilitas kawasan,” ujar Danlanal Dumai.

Lebih lanjut, Danlanal Dumai menyampaikan bahwa tantangan pertahanan modern menuntut penerapan konsep Joint Operations dan Network-Centric Warfare yang mengedepankan interoperabilitas antar matra. Menurutnya, TNI Angkatan Udara memiliki keunggulan pada kecepatan, kemampuan pengamatan udara (airborne surveillance), dan daya jangkau operasi yang luas, sementara TNI Angkatan Laut memiliki keunggulan dalam kemampuan bertahan di laut, penindakan di permukaan, serta penguasaan wilayah perairan secara berkelanjutan.

“Kombinasi kekuatan kedua matra merupakan fondasi utama dalam membangun sistem pertahanan negara yang adaptif, responsif, dan mampu menghadapi berbagai spektrum ancaman di wilayah kedaulatan Indonesia,” pungkas Danlanal Dumai.

Melalui kegiatan ini diharapkan para Pasis Seskoau memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran strategis TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan negara di laut, sekaligus memperkuat wawasan tentang pentingnya interoperabilitas lintas matra dalam mendukung sistem pertahanan negara yang tangguh dan modern.

(Pen Lanal Dumai)

M.NUR

Tuliskan Komentar

Comment