Harmoninews.com (Jakarta Pusat) — Sekitar 100 orang yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Indonesia Raya (GEMARA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Jalan Percetakan Negara Raya No. 23, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026) siang.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.10 WIB tersebut mengusung tuntutan agar BPOM RI mengusut tuntas dugaan praktik transaksional dan penggunaan dana yang diduga melibatkan oknum di internal BPOM. Massa aksi membawa satu unit mobil sound system, banner, serta sejumlah poster berisi kritik terhadap pengawasan obat dan makanan.
Dalam orasinya, perwakilan massa Arya Eka Bimantara menyoroti lemahnya pengawasan terhadap peredaran produk obat dan kosmetik ilegal yang dinilai membahayakan kesehatan masyarakat. Sementara itu, Ketua DPP GEMARA Arif Muztabasani mendesak BPOM RI melakukan evaluasi menyeluruh serta menghentikan peredaran produk berbahaya yang marak dipromosikan melalui media sosial.
Menanggapi aksi tersebut, Staf Khusus Kepala BPOM RI Dr. Wahyudi menyampaikan bahwa BPOM berkomitmen melindungi kepentingan masyarakat dan menindak tegas pelaku usaha yang melanggar aturan. Ia juga menegaskan keterbukaan BPOM untuk berdialog dengan berbagai elemen masyarakat. Pernyataan tersebut kemudian dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pada pukul 15.07 WIB.
Aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 15.10 WIB, dan massa membubarkan diri dengan tertib.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menyampaikan apresiasi atas sikap kooperatif para peserta aksi serta kesiapsiagaan personel pengamanan di lapangan. “Kami menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Alhamdulillah, kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif berkat kerja sama yang baik antara aparat keamanan, koordinator lapangan, dan seluruh peserta aksi,” ujar Reynold.
Senada dengan itu, Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif. “Sebanyak 49 personel gabungan kami siagakan untuk memastikan situasi tetap terkendali. Tidak ada gangguan kamtibmas, arus lalu lintas berjalan normal, dan massa aksi membubarkan diri dengan tertib,” jelas Saiful.
Pengamanan kegiatan dipimpin oleh AKP Aris Setyawan selaku Kapam Objek, dengan melibatkan 30 personel Polsek Johar Baru dan 19 personel Polres Metro Jakarta Pusat. Hingga kegiatan berakhir, situasi di sekitar Kantor BPOM Johar Baru dilaporkan aman dan kondusif.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
M.NUR







Komentar