Harmoninews.con (Jakarta) — Rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh Aliansi Mahasiswa Indonesia Melawan Mafia Keadilan (AMIMMK) di depan Kantor Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Jalan Salemba Raya No. 26, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (7/5/2026), batal dilaksanakan.
Sebelumnya, jajaran Polsek Senen telah melaksanakan apel pengamanan dan pelayanan aksi unjuk rasa sekitar pukul 11.45 WIB guna mengantisipasi kegiatan penyampaian pendapat di muka umum tersebut.
Aksi itu rencananya diikuti sekitar 20 orang massa dengan koordinator lapangan Sdr. Sakti R. Massa berencana menyampaikan tuntutan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dan memeriksa pihak Kemensos terkait dugaan pembelanjaan sepatu sekolah rakyat yang dinilai tidak logis dengan anggaran sebesar Rp27,5 miliar.
Apel pengamanan dipimpin oleh Perwira Pengendali Yanmas Ipda Maskur selaku Kapolsubsektor Diponegoro. Dalam arahannya, personel diminta mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif selama pengamanan berlangsung.
Petugas juga diinstruksikan untuk mengimbau peserta aksi agar tidak melakukan pembakaran ban maupun menutup akses jalan demi menjaga ketertiban umum. Selain itu, koordinasi dengan pihak pengamanan dalam (pamdal) Kemensos juga dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan audiensi perwakilan massa dengan pihak kementerian.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tidak terprovokasi massa aksi agar kegiatan berjalan aman dan tertib,” ujar Ipda Maskur dalam arahannya kepada personel.
Pengamanan melibatkan total 19 personel gabungan, terdiri dari 9 personel Polsek Senen yang dipimpin Ipda Yaniaro Lase serta 10 personel pengamanan dalam Kemensos di bawah pimpinan Irwan Setiawan.
Namun berdasarkan hasil koordinasi antara pihak kepolisian dengan koordinator lapangan aksi, rencana unjuk rasa tersebut akhirnya dibatalkan. Situasi di sekitar Kantor Kemensos RI terpantau aman dan kondusif.
M.NUR













Komentar