Harmoninews.com (JAKARTA) — Ahmad Hasmi Sitompul memberikan klarifikasi terkait video yang sempat beredar luas di media sosial Instagram dan sejumlah media online mengenai dugaan pelayanan di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Dalam video yang sebelumnya beredar, disebutkan adanya pungutan biaya konsultasi sebesar Rp 9,5 juta. Namun, Ahmad Hasmi menegaskan bahwa pihak yang dimaksud bukanlah pegawai BPN, melainkan pegawai notaris.
“Perlu saya luruskan, yang bersangkutan bukan pegawai BPN, melainkan pegawai notaris,” ujar Ahmad Hasmi Sitompul dalam video klarifikasinya.
Atas beredarnya video tersebut, Ahmad Hasmi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mencederai nama baik lembaga BPN.
“Saya atas nama pribadi menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas video yang beredar terkait pelayanan BPN yang sebelumnya diduga terdapat praktik percaloan,” kata dia.
Ahmad Hasmi berharap klarifikasi tersebut dapat menjaga marwah dan kredibilitas BPN sebagai lembaga pertanahan nasional. “Semoga dengan video klarifikasi ini, marwah BPN tetap terjaga sebagai lembaga yang kredibel,” ujarnya.
Sementara itu, Adi selaku Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) BPN Jakarta Utara mengapresiasi langkah klarifikasi yang dilakukan Ahmad Hasmi Sitompul. Menurutnya, klarifikasi tersebut memberikan kejelasan atas informasi yang sempat berkembang di masyarakat.
“Dengan adanya klarifikasi ini, persoalan menjadi terang. BPN Jakarta Utara tetap menjunjung tinggi integritas dan transparansi dalam pelayanan,” ujar Adi.
Hal senada disampaikan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Jakarta Utara, Sontang. Ia menyatakan pihaknya akan terus melakukan pembenahan, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ke depan kami akan terus membenahi segala kekurangan, termasuk optimalisasi pelayanan melalui website resmi kami, demi kenyamanan masyarakat dalam pengurusan surat maupun pengajuan sertifikat,” kata Sontang.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas kritik dan masukan dari rekan-rekan media. Menurutnya, sinergi antara BPN dan media sangat penting untuk membangun pelayanan yang berintegritas dan transparan.
“Terima kasih atas kritik dan saran yang diberikan. Semoga ke depan kita bisa terus bersinergi membangun integritas dan transparansi pelayanan, khususnya di BPN Jakarta Utara,” ujarnya.
Sebagai penutup, Sontang menegaskan komitmen BPN dalam menjalankan tugas sesuai dengan motto Kementerian ATR/BPN, yakni Melayani, Profesional, dan Terpercaya.
(M.NUR)







Komentar